Milad MUI Ke-41 Resmikan IDF MUI

Jakarta, 1 Dzulqa’dah 1437/4 Agustus 2016 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) merayakan milad memasuki usia ke-41 tahun dengan meresmikan Islamic Developmet Fund (IDF) di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (4/8).

“MUI bukan hanya kumpulan ulama dan wadah cendikiawan muslim, namun juga lembaga mitra pemerintah. Di usia 41 tahun, MUI sudah banyak melakukan program dan kegiatan yang bersifat perkhidmatan kepada umat islam dan kemitraan dengan pemerintah”, kata Ketua Umum MUI Pusat K.H. Ma’ruf Amin.

Karena itu MUI membentuk Islamic Developmet Fund (IDF) yang akan memberikan peluang dari hambatan serta kendala pelaksanaan MUI yang berkhidmah kepada umat dan pemerintah, ujarnya.

“Pembentukan IDF merupakan bentuk kerjasama antar lembaga keuangan syariah untuk bersama-sama menggalang dana demi meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat,” papar Ma’ruf.

Ia menambahkan, mengatakan, potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun potensi itu baru bisa dihimpun lembaga yang ada sekitar dua persen saja.

Maka MUI terpanggil untuk tergerak dalam menghimpun dana masyarakat yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan dakwah umat, lanjutnya.

MUI akan melakukan penandatangan pendirian kerjasama IDF-MUI dengan sejumlah lembaga keuangan syariah. Dalam tasyakur Milad ke 41. perayaan Milad MUI diresmikan juga pendirian Islamic Development Fund MUI (IDF-MUI) atau Dana Pembangunan Umat MUI.

Hadir pada milad MUI Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim, Ketua DPR RI Ade Komarudin, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat serta ketua KPK Agus Raharjo. (L/P002/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

IDF-MUI Jalin Kerjasama Dengan Berbagai Lembaga Keuangan Syariah

Jakarta – Potensi zakat di Indonesia sangat besar, mencapai Rp 285 triliun, Namun, dari potensi sebesar itu, yang berhasil dihimpun melalui lembaga yang ada, baru sekitar dua persen. Oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa terpanggil untuk ikut bergerak menghimpun dana masyarakat,  terutama setelah melihat donasi yang dihimpun sangat sedikit dari potensi yang ada dengan membentuk Islamic Development Fund MUI (IDF-MUI) pada 29 Juni 2016 di Jakarta.

IDF-MUI atau Dana Pembangunan Umat MUI, pada 4 Agustus 2016 di Balai Kartini Jakarta, bertepatan dengan Tasyakur Milad yang ke-41 MUI. Melalui IDF-MUI ini, diharapkan dapat dihimpun dana zakat, infaq dan shadaqah dari berbagai kalangan yang kemudian digunakan untuk membangun kemandirian umat dan mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Sebagai langkah awal, pada acara tersebut, IDF-MUI melakukan penandatanganan kerja sama dengan berbagai pihak. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua IDF-MUI, Lukmanul Hakim dengan sejumlah lembaga keuangan syariah, antara lain Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank Mega Syariah, serta dengan  jaringan bisnis ritel TransMart Carrefour dan Restoran Solaria.

Penandatanganan kerja sama antara IDF-MUI dengan lembaga keuangan syariah dan bisnis ritel ini, merupakan bukti komitmen awal untuk secara bersama-sama menggalang dana demi meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan kemandirian umat. (www.halalmui.org)

 

Rayakan Milad ke-41, MUI Resmikan Islamic Development Fund

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memasuki usia ke 41 tahunnya. MUI tak hanya sebagai wadah para ulama dan cendikiawan muslim serta lembaga mitra pemerintah.

Menyambut, perayaan Milad MUI diresmikan juga pendirian Islamic Development Fund MUI (IDF-MUI) atau Dana Pembangunan Umat MUI. Turut hadir tokoh nasional seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPR RI Ade Komarudin, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat serta ketua KPK Agus Rahardjo.

“Di usia 41 tahun, MUI sudah banyak melakukan program dan kegiatan yang bersifat perkhidmatan kepada umat Islam dan kemitraan dengan pemerintah. Karena itulah MUI membentuk Islamic Developmet Fund (IDF) yang akan memberikan peluang dari hambatan serta kendala pelaksanaan MUI yang berkhidmat kepada umat dan pemerintah,” ucap Ketua MUI Ma’aruf Amin di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Menurut Ma’aruf, pembentukan IDF merupakan bentuk kerjasama antar lembaga keuangan syariah untuk bersama-sama menggalang dana demi meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Seperti diketahui, potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun potensi itu baru bisa dihimpun lembaga yang ada sekitar dua persen saja. Oleh karena itu MUI terpanggil untuk tergerak untuk menghimpun dana masyarakat yang nantinya akan digunakan untuk masyarakat,” jelas Ma’aruf.

Dalam tasyakur Milad ke 41, MUI akan melakukan penandatangan pendirian kerjasama IDF-MUI dengan sejumlah lembaga keuangan syariah serta jaringan bisnis ritel. Peresmian itu pun nantinya akan diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (www.detik.com)

Islamic Development Fund MUI, Lembaga Pengumpul Donasi yang Berbasis Teknologi

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat lembaga baru untuk mengelola potensi ekonomi umat. Islamic Development Fund – Majelis Ulama Indonesia (IDF-MUI) menampung zakat, infaq, dan sedekah dengan berbasis teknologi informasi.

IDF-MUI merupakan lembaga di bawah MUI yang mengumpulkan potensi ekonomi umat atau masyarakat secara profesional dan transparan melalui pendekatan teknologi informasi. Lembaga ini dibentuk berdasarkan SK MUI Nomor: Kep-365/MUI/IV/2016 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, Dr. KH. Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag tanggal 12 April 2016 lalu.

Konferensi pers terkait peluncuran IDF-MUI berlangsung di Gedung MUI Jakarta pada Rabu (29/06). Dalam acara ini hadir Ketua IDF-MUI, Dr. H. Lukmanul Hakim, M.Si.

Menurut Lukmanul Hakim, IDF-MUI memang merupakan lembaga pengumpulan zakat, infaq dan sedekah tapi memanfaatkan kekuatan teknologi informasi dengan seluas-luasnya. Misalnya pembayaran melalui telepon selular.

“Adanya kekuatan IT (Information Technology) membuat ini bisa dipakai di mana-mana. Apakah bekerjasama dengan toko-toko, restoran, ritel atau bank syariah. Jadi intinya adalah membuka seluas-luasnya cara untuk masyarakat melakukan zakat, infaq dan sedekah. Bisa dia terima atau dia lakukan hanya dengan tangan,” ungkapnya kepada Detik (29/06).

Mengenai produknya, Lukmanul menyebut produk IDF-MUI yang berbasis IT akan diluncurkan nanti. Karena pihak IDF-MUI melakukan kerjasama dengan beberapa instansi sehingga perlu adanya kesepakatan terlebih dahulu.

“Bangunannya sudah kita siapkan tapi untuk pelaksanaannya harus tanda tangan dulu dengan berbagai pihak, jadi belum bisa kita sampaikan. Mudah-mudahan dalam Halal Bihalal MUI bisa kita luncurkan beberapa program berbasis IT yang sudah kita kerjakan,” tambah Lukmanul.

Saat ini IDF-MUI baru menggunakan cara umum dalam pengumpulan zakat, infaq dan sedekah yaitu melalui transfer rekening ke beberapa akun bank milik IDF-MUI. Informasinya dapat dilihat melalui situs idfmui.org. Sementara bentuk pengumpulan lain akan lebih banyak kedepannya, ucap Lukmanul.

IDF-MUI juga disebut akan transparan dan terbuka karena 100% untuk umat. Lukmanul menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi informasi kemungkinan akan membuat transparansi semakin tinggi. Seperti bisa melihat dari mana dan berapa datangnya donasi.

“Kami belum menjanjikan model transparansinya, tapi itu sebuah harga mati bahwa kita akan transparan mulai dari pendapat, pengeluaran dan lainnya. Ada audit juga oleh akuntan publik,” Lukmanul menegaskan.

Ketua Umum MUI, Dr. KH. Ma’ruf Amin, turut hadir dalam konferensi pers. Ia menyampaikan MUI melihat banyak program untuk umat tapi perlu dana agar dapat berjalan.

Ma’ruf juga menyebut potensi zakat bisa mencapai Rp 285 triliun tapi baru dikumpulkan sekitar Rp 4 triliun oleh lembaga amil zakat yang ada.

Potensi yang masih tercecer di mana-mana dan belum terkumpul itu memicu kesadaran MUI untuk ikut menghimpun donasi bagi umat.

“Majelis Ulama Indonesia dianggap perlu mengambil bagian dari pengumpulan dana yang masih jauh dari seharusnya terhimpun. Dengan keikutan MUI diharapkan dana lebih besar terhimpun dan pembiyaan umat bisa lebih tercapai,” sebutnya.

MUI pun berupaya semua lembaga amil zakat bekerjasama. Sehingga kemunculan IDF-MUI bisa memperbesar penghimpunan potensi, bukan mengambil lahan lembaga yang sudah dulu ada.

(msa/slh/www.detik.com)

Raker IDF MUI, Menggali Potensi Umat

Jakarta – Bertempat di hotel Lumire, Jakarta Pusat pada hari ini (06/03) Islamic Development Fund Majelis Ulama Indonesia (IDF MUI) melaksanakan Rapat Kerja (Raker) pertamanya. Raker ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal MUI, Dr. H. Anwar Abbas yang dihadiri oleh Ketua IDF MUI, Dr. Lukmanul Hakim dan pimpinan harian serta komisi MUI.

Raker IDF MUI ini membahas beberapa perkembangan aktual keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan dan produk halal. “Sektor tersebut merupakan sektor potensial yang bisa mendukung kemandirian umat Islam di Indonesia,” ujar Sekjen MUI, Dr. Anwar Abbas.

“IDF MUI diharapkan dapat menjadi tulang punggung program-program MUI khususnya di bidang dakwah dan ekonomi umat. Melalui penggalangan dana di masyarakat melalui Infaq, Shodaqoh serta wakaf yang transparan dan kredibel. Nantinya dana ini juga akan dipergunakan untuk kepentingan umat dengan cara memajukan kemandirian umat Islam dibidang ekonomi dan pendidikan misalnya melalui program pendampingan usaha umat Islam dan beasiswa kader ulama, ” ujar Anwar Abbas dalam sambutannya.

Ketua IDF MUI, Lukmanul Hakim dalam sambutannya sangat optimis IDF MUI dapat memberikan peran di masyarakat sebagai lembaga potensi umat yang besar. Tidak hanya memberikan manfaat bagi MUI namun juga bagi masyarakat umum melalui program-program dakwah, ekonomi, sosial dan pendidikan.

“Ke depan IDF MUI akan menjadi pusat penggalangan kader ulama, inkubasi bisnis UMKM serta pusat penggalang potensi ekonomi umat Islam di Indonesia,” ujar Lukmanul Hakim.

IDF MUI sendiri memiliki beberapa program unggulan yakni :

  1. Melindungi Harkat dan Martabat Umat Islam
  2. Pengiriman Da’I ke daerah Perbatasan dan Minoritas
  3. Kampanye Kesadaran dan Pemberdayaan Produk Halal
  4. Penanggulangan Krisis Aqidah
  5. Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah
  6. Pendampingan Usaha Dhuafa
  7. Beasiswa Kader Ulama

 

(AH)